Connect with us

Wawancara

Budi Waseso: Hukuman Penyalahgunaan Narkoba Harus Tegas Sesuai UU

Published

on

FINROLL.COM, Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi atau candu) yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis.

Narkoba merupakan musuh utama manusia karena bisa mengubah manusia menjadi arogan dan tidak terkontrol. Narkoba pun sangat merugikan bagi penggunanya ataupun penjualnya. Maka dari itu seorang komisaris Jendral Polisi Budi Waseso atau biasa dipanggil Buwas yang sekarang menjabat sebagai kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) menjelaskan sebuah program edukasi narkoba yang akan bersinergi dengan setiap kementrian Indoensia.

Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah sebelum menjadi kepala BNN, Budi Waseso menjabat sebagai kepala Bareskrim Mabes Polri. Kiprah di dunia kepolisian pun jangan ditanya lagi, karena ia banyak mendapatkan medali dari kepolisian karena jasa dan pengabdiannya.

Kali ini Redaksi Finroll yang diwakili oleh Albert Indra mendapatkan kesempatan untuk mewancarai Komisaris Jendral bintang tiga sekaligus kepala BNN yang bertempat di kantor pusat BNN (13/3/2017), berikut wawancaranya.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah dinyatakan status darurat narkoba, sebenarnya bagaimana kondisi narkoba saat ini di Indonesia hingga disebut darurat?

Banyak sekali indikator yang mengatakan Indonesia itu sudah status darurat, salah satunya dari sisi geografis Indonesia, dimana seluruh pulau di Indonesia sekarang sudah terindikasi narkoba. Kemudian dari sisi institusi, Usia dan lain-lain itu sudah terkontaminasi narkoba. Maka dari itu presiden mengatakan Indonesia sudah memasuki status darurat narkoba.

Bagaimanakah data pengguna narkoba di BNN pada tahun 2015-2016 itu dan kira-kira berapa orang yang meninggal setiap hari nya?

Data di 2015-2016 itu sekitar 5 juta lebih karena setiap korban meninggal dunia akibat narkoba itu 50 orang perhari, jadi sebulan itu bisa 15 ribu orang yang meninggal di Indonesia.

Apakah indonesia menjadi penyuplai narkoba terbesar di Asean?

Iya benar, karena dilihat narkoba yang masuk ke indonesia itu luar biasa besarnya dan dimana barangnya kami tidak tahu karena masuknya narkoba di beberapa pulau indonesia itu susah terdeteksi oleh bnn.

Bagaimana langkah-langkah BNN untuk memerangi narkoba dengan situasi darurat ini?


Kami sendiri sudah berkoordinasi untuk memerangi narkoba dengan Polri dan TNI, sementera untuk semua kementrian saya telah membuat grand design alternative development untuk memerangi narkoba. Saya akan mempresentasikannya ke setiap kementrian dan juga Presiden Jokowi.

Apa itu Grand Design Alternative Development?

Grand Design Alternative Development adalah sebuah program untuk mencegah dan memerangi narkoba dengan bersinergi dengan kementrian-kementrian, dimana semua kementrian itu harus membuat program dalam memerangi narkoba sesuai bidangnya masing-masing, seperti contohnya kementrian agama harus memberikan penyuluhan memerangi narkoba melalui dakwah dan kementrian perdagangan juga harus membuat program bagaimana mencegah masuknya narkoba  ke Indonesia.

Bagaiamana menurut Buwas dengan hukuman mati bagi para bandar dan pengguna narkoba seperti Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menghukum mati bandar dan pengguna narkoba di Filipina?

Bagi saya tidak harus meniru negara lain untuk hukuman mati tetapi penindakan hukum untuk seorang bandar dan pengguna narkoba itu harus tegas sesuai undang-undang yang berlaku tetapi penindakan tegas itu konsisten dan konsekuen, artinya jika di undang-undang ada hukuman mati, ya harus dilaksanakan hukuman mati tersebut.

Di masa Presiden Jokowi sekarang ini kan sudah intens dengan hukuman mati, lalu apa korelasinya antara hukuman mati bandar narkoba dengan peredaran narkoba sekarang?

Namanya bandar itu kan pasti mempunyai jaringan peredaran narkoba yang besar, jadi ketika meraka di hukum mati pasti akan memutuskan jaringan peredaran narkoba tersebut, sehingga para bandar-bandar kecil atau pengguna narkoba bakal kelabakan untuk mencari narkoba, karena bandar besarnya sudah dihukum mati, contohnya bandar yang sudah tertangkap itu masih bekerja di Lapas sampai dia benar-benar di hukum mati, karena proses tersebut itu mamakan waktu yang lama dengan proses banding sampai ke pengadilan konstitusi.

Dari sekian banyak narkoba yang beredar sekarang di Indonesia, jenis apa yang paling banyak beredar?

Di Indonesia sendiri jenis narkoba yang paling banyak yaitu sabu, ekstasi, ganja dan gorilla (ganja sintetis), karena jenis tersebut itu mudah didapat dan dijangkau untuk semua kalangan walaupun dari segi harga terbilang agak mahal, seperti ekstasi per butirnya bisa mencapai 500 ribu dan sabu per gramnya bisa mencapai 400-600 ribu.

Menurut Buwas, seberapa efektifkah hukuman yang mengacu undang-undang dimana barang bukti dibawah 1 gram harus di rehabilitasi tapi di pasal harus dihukum?

Kami justru ingin merevisi undang-undang untuk pengguna narkoba, karena pemakai narkoba itu tetap menyalahgunakan narkoba jadi harus ditindak bukan harus di rehabilitasi, karena walaupun pengguna dibawah 1 gram itu seharusnya ditindak karena melanggar hukum, seperti contoh di malaysia, pengguna narkoba itu di hukum mati, karena malaysia ingin menyelamatkan generasi bangsa dan negaranya.

Apakah rehabilitasi berpengaruh kepada pengguna narkoba?

Rehabilitasi sebenarnya hanya berpengaruh sedikit, karena ketika seseorang yang menggunakan narkoba itu pasti akan rusak organ-organnya dan itu tidak akan pulih seperti seseorang yang belum pernah menggunakan narkoba.

Apakah BNN sudah membuat program pelayanan rehabilatasi bagi pecandu narkoba?

Saya telah membuat standard program rehabilitasi, jadi tahun 2017 bale rehabilitasi di seluruh Indonesia harus mengikuti standard program rehabilitasi yang telah BNN sempurnakan.

Apakah kondisi dari bale atau panti rehabilitasi mencukupi untuk para pecandu narkoba yang ingin di rahabilitasi?

untuk kondisi bale rehabilitasi itu sangat tidak mencukupi, sampai pak presiden Jokowi membuat program 100 ribu yang di rehabilitasi tapi dengan bale rehabilitasi yang ada di Indonesia saat ini itu hanya mencakup 10 ribu.

Untuk kedepannya menurut anda BNN akan mempersiapkan apa untuk mengurangi pengguna narkoba di Indonesia?

banyak sekali yang akan dilakukan BNN, yang pertama BNN akan bersinergi dengan lembaga lain seperti di sekolah, maka saya telah membuat satgas-satgas anti narkoba di sekolah-sekolah dari tingkat SD sampai SMA dengan harapan di tingkat sekolahan akan tertangani. Kami juga telah bekerja sama dengan seluruh kementrian Indonesia untuk pencegahan narkoba dan campaign anti narkoba.

Terdengar kabar BNN akan membuat pelatihan anjing pelacak narkoba, apakah itu benar dan dimana?

iya benar, saya membuat pelatihan anjing untuk mendeteksi narkoba di Lido, Sukabumi dan anjing yang kami latih itu anjing lokal untuk menjadi anjing pelacak narkoba, karena kami butuh 2500 ekor anjing untuk melacak narkoba di seluruh wilayah Indonesia, jadi saya akan buat semuanya itu bertahap.

Apakah ada target di tahun depan dari BNN untuk mengurangi pengguna narkoba sebesar 20% dari sekian langkah dan indikator yang akan dilakukan?

Kita tidak bisa berbicarakan target, karena masalah narkotika ini sangatlah abu-abu, dimana kami tidak bisa melihat bahwa seseorang itu pengguna narkoba atau tidak tapi kita akan terus mengedukasi seputar narkoba di seluruh kalangan dan instansi. Namun penelitian dari UI pengguna narkoba di Indonesia sudah menurun dari tahun ke tahun.

Trending Stories