Connect with us

Feature

Gatot Nurmantyo, Capres atau Cawapres di Pilpres 2019?

Published

on

FINROLL.COM,

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terus digadang-gadang maju di Pilpres 2019 nanti. Ada yang menyebut sebagai cawapres, pun ada yang bilang sebagai capres. Lalu bagaimana peluang jenderal bintang 4 ini?

Nama Gatot kembali disebut-sebut saat isu 5000 pucuk senjata impor mencuat. Dalam perkembangan isu yang sempat hangat ini terlihat seolah-olah ada pertentangan antara Gatot Nurmantyo dan Jokowi yang diwakili Wiranto, demikian asumsi kebanyakan kita. Masyarakat khususnya pengguna media sosial pun terbelah menjadi pendukung Gatot dan Wiranto.

Beberapa analis politik hingga follower dalam politik mengecam hingga mencaci, disisi lain pujian pun terlayangkan kepada Jenderal Gatot Nurmantyo. Popularitas Gatot terus diikuti elektabilitasnya, mengingat tahun depan Indonesia memasuki tahun politik. Jokowi tampak nyaman dengan peristiwa ini.

Mengapa Jokowi nyaman? Pernyataan Gatot Nurmantyo sangat jelas dengan terang menunjukkan loyalitasnya pada Jokowi. Sayangnya dari sekian kalimat, kebanyakan hanya fokus pada 5000 senjata yang berencana diimpor secara ilegal. Sesuatu yang jelas-jelas sudah batal dilakukan.

Jadi bukan tidak mungkin kalau kegaduhan ini hanyalah sandiwara politik Jokowi-Gatot sebagai pasangan Capres-Cawapres. Sebuah situasi yang merugikan Prabowo yang berencana kembali bertarung pada pilpres 2019.

Karena akan memecah suara mereka yang pro dengan anggapan kalau negara ini akan maju jika dipimpin oleh militer. Celakanya lagi, pendukung Prabowo pun ikut larut dalam suasana sandiwara politik tersebut.

Tapi, nama besar Gatot terlalu sayang jika hanya menjabat cawapres. Sebelumnya Panglima TNI ini juga cukup cakap berada disisi umat Islam. Namanya mulai berkibar seiring dukungan retorisnya pada aksi-aksi umat Islam. Elektabilitasnya pun bagus.

Gatot Nurmantyo merupakan calon alternatif capres kuat yang bisa diusung dalam Pilpres 2019. Namun begitu, ada tiga hal yang harus dipenuhi Gatot sebelum menjadi calon yang diperhitungkan.

Pertama, Gatot harus memiliki partai pengusung untuk maju.Kedua, harus ada modal finansial yang menjadi amunisi dalam bertarung. Ketiga, (citra) prestasi dia selama menjabat. Jika tiga hal itu terpenuhi, maka Gatot bisa menjadi antitesis dari Presiden Jokowi.

Wartawan senior Finroll.com

Trending Stories