Connect with us

Gaya Hidup

Kapan Orang Mulai Merekam Video Syur?

Published

on

FINROLL.COM,

Belakangan beredar kembali video syur sepasang muda mudi. Belum jelas dimana dan kapan video itu direkam.

Namun yang jelas, beredarnya kembali video syur tersebut mengundang banyak tanya. Salah satunya adalah kapan sebenarnya orang mulai merekam adegan syur

Dilansir The Guardian, pertama kali orang merekam aktivitas seksualnya ketika kamera film ditemukan, dan itu menjadi aktivitas pertama film porno. Namun dulu, film porno biasanya disebarluaskan secara diam-diam, untuk dinikmati di rumah, perkumpulan tertutup, atau bioskop malam. Baru kemudian pada tahun 1970-an film porno mulai sedikit dilegalkan.

Patrick Robertson dalam bukunya Film Facts, menyebut film porno paling awal yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la Bonne Auberge, dibuat di Prancis pada 1908. Kemudian pada era 1980-an, pornografi dalam bentuk video rumahan mencapai penyebaran luas sejak beberapa dekade sebelumnya.

Berkembangnya internet pada akhir 1990-an dan awal 2000-an turut mendongkrak penyebaran film porno, dan menambah rumit penuntutan kecabulan legal. Di beberapa negara film porno memang diperbolehkan, mulai pembuatan hingga menyebar luaskan. Misalnya di Amerika Serikat.

Namun film porno dilarang di beberapa negara lain, misalnya Indonesia dan China. Ironisnya meski dilarang, film porno tetap dapat diakses melalui internet di negara-negara tersebut.

Orang-orang yang merekam kegiatan seksnya kerap kali dianggap menyimpang secara psikologis dan masuk kategori exhibitionism disorder. Padahal, dalam dunia psikologi tak selalu demikian. Sebagian orang yang membuat video seks hanya melakukan hal ini untuk kesenangan dan konsumsi pribadi.

Dilansir Daily Mail, bahkan di antara mereka juga ada yang menjadikan rekaman tersebut sebagai memorabilia dan menganggapnya pula sebagai bentuk latihan kepercayaan dan intimasi dengan pasangannya. Jika rekaman kegiatan seks itu dibuat untuk dibagikan kepada para kenalan atau disebarluaskan ke publik, baru hal ini dikatakan sebagai bentuk exhibitionism dan pelakunya disebut exhibitionist.

Hal serupa diungkapkan oleh Elizabeth Santosa. Psikolog dan penulis buku Rising Children in Digital Era ini mengungkapkan bahwa merekam atau mendokumentasikan kegiatan seksual adalah sebuah tindakan yang wajar.

"Itu sudah biasa, sudah sejak lama, bikin video seks terus bocor. Menurut saya ini adalah mutlak bentuk kecerobohan dan dan juga masalah kurang kedewasaan dalam bertindak, jadi tidak ada masalah kejiwaan di sini," ujarnya Kamis 26 Oktober 2017.

Menurutnya perilaku seksual memvideokan itu sebetulnya normal terjadi antarkekasih untuk dokumentasi mereka berdua dan untuk konsumsi pribadi.

"Kecuali mereka sepakat untuk dipublikasikan, misalnya seperti bintang film porno yang konteksnya adalah menjual atau memang mau jadi superstar atau motif balas dendam atau mencari uang. Hingga kini tidak ada aturan tertulis yang menyebut itu normal atau tidak. Itu adalah bagian dari hak privasi masing-masing," ujarnya.

Budaya dominan yang menganggap paparan seksualitas sebagai suatu hal yang negatif atau tabu. Karenanya sering kali mengabaikan hak-hak orang-orang yang terlibat dalam video seks yang viral.

Dalam kasus yang beredar belakangan, atas nama penasaran warganet beramai-ramai memburu video viral tersebut. Bahkan nama si pembuat video tersebut menjadi nomor 1 di daftar pencarian google. Menurut data, kata kunci pencarian itu hingga kemarin diburu lebih dari 50 ribu warganet.

Tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari pundi-pundi uang. Beberapa netizen lantas mem-posting video kopian yang sudah di-blur kemudian di-posting ulang di akun youtube-nya. Menurut pantauan VIVA.co.id, rata-rata minimal, postingan beberapa akun tersebut dikunjungi hingga 17 ribu orang.

Wartawan senior Finroll.com

Trending Stories