Connect with us

INTERNASIONAL

Jerome Powell, Kandidat Kuat Ketua The Fed

Trump kemungkinan besar akan menunjuk Powell jadi ketua Fed yang baru

Published

on

Photo: Istimewa

FINANCEROLL.COM, Nama Jerome Hayden Powell atau Jay Powell melejit sebagai kandidat terkuat pengganti Janet Yellen, Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve/ The Fed) yang akan segera pensiun di Februari 2018.

Nama Powell merupakan salah satu di antara lima nama yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, sebagai pengganti Yellen, pada Rabu (1/11/2017) waktu setempat atau Kamis (2/11/2017) waktu Indonesia.

Selain Powell, nama lain yakni ekonom Stanford University John Taylor, mantan gubernur Fed Kevin Warsh, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Gary Cohn dan Ketua Fed saat ini Janet Yellen.

Trump kemungkinan besar akan menunjuk Powell, mantan pejabat Departemen Keuangan AS, untuk jabatan tersebut.

Jika Trump mencalonkan dia, Powell kemungkinan akan melanjutkan pendekatan Yellen secara bertahap dan berhati-hati dalam pengetatan kebijakan moneter.

Siapa sebenarnya Jerome Powell ini?

Powell saat ini menjabat sebagai salah satu gubernur The Fed. Dia juga merupakan seorang pengacara, bukannya ekonom. Powell menjabat sebagai gubernur The Fed sejak 25 Mei 2012. Dia dinominasikan oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama.

Powell ini juga seorang anggota partai Republik, dan merupakan pilihan terakhir yang paling tidak kontroversial untuk memimpin The Fed, selain Yellen.

Powell, pria kelahiran Washington DC tahun 1953 ini, dipercaya akan bisa menyetir The Fed. Namun, para pengamat perbankan mencatat bahwa The Fed yang baru ke depan akan semakin hawkish. Sebab ada tiga kursi gubernur yang lowong yang harus diisi dan kandidatnya lebih berpandangan hawkish.

Pasar menilai, Jerome Powell ini dideskripsikan sebagai pemimpin yang "membosankan" oleh para pelaku pasar di Wall Street.

Jika dibandingkan dengan kandidat lain, ekonom John taylor atau mantan gubernur The Fed Kevin Warsh, kebijakan Powell dinilai akan sama saja dengan Yellen. Namun, bisa juga lebih proaktif untuk menurunkan sejumlah regulasi di sektor keuangan.

Powell yang menamatkan studinya di Georgetown Law dan Princeton University ini berlatang belakang pekerjaan di private equity.

Dia juga pernah menjabat di Departemen Keuangan AS di bawah Presiden George HW Bush. Dia berperan pada penyelidikan skandal perusahaan perdagangan Salomon Brother untuk obligasi negara yang menyeret nama Warren Buffet.

"Dia membosankan dan langsung pada poinnya. Anda tidak usah berfikir keras untuk mengetahui maksud perkataannya," kata Ward McCarthy, chief financial economist di Jefferies, seperti dikutip dari CNBC.

Hal lain yang disuka Trump pada Powell yakni bahwa Powell terbuka untuk perubahan peraturan, atau deregulasi.

Para analis juga lebih menyukai pilihan Trump akan Powell ini ketimbang Warsh atau Taylor, juga para pelaku bursa. Sebab Powell diestimasi akan terus menerapkan suku bunga rendah seperti yang diinginkan Trump.[KOMPAS.COM]

Dia adalah jurnaslis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Business