Connect with us

SPONSOR

Ekonomi Digital, Masa Depan Ekonomi Indonesia

Published

on

Photo: Istimewa

FINANCEROLL.COM, Tahun 2020 mendatang, presiden Joko Widodo mencanangkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Meskipun saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih berkisar tiga persen dari jumlah penduduk, yang artinya masih lebih sedikit jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia 5 persen, Singapura 7 persen, maupun Jepang 11 persen.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul gairah baru untuk menggenjot wirausaha
muda. Wabah usaha rintisan (start up) kian mencuat. Generasi muda berlomba-lomba
menunjukkan keunggulan produk dan jasanya. Kondisi itu tentunya menimbulkan optimisme
hadirnya lumbung pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan begitu, diharapkan akan ada 1.000 start-up baru dengan valuasi bisnis sekitar US$ 10
miliar. Dengan pengguna internet yang diprediksi mencapai 180 juta. Sehingga transaksi
digital yang dilakukan bisa mencapai sekitar US$ 130 miliar atau setara dengan Rp 1.700
triliun.

Namun demikian, untuk bisa mencapai target yang ditentukan, diperlukan upaya yang lebih
pada 2018 dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, fokus tak hanya akan
berkutat pada e-Commerce tapi juga pada aplikasi dan mode digital lain seperti jasa keuangan
dan gim.

CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahyudi, mengatakan pihaknya bangga turut menjadi bagian dari
visi ekonomi digital Indonesia 2020. Forum ini diharapkan menjadi fokus utama
meningkatkan kapasitas dan kualias jaringan untuk pertumbuhan ekonomi digital.

“Pada 2015, penetrasi digital di Indonesia saat itu meningkat 51 persen dan bahkan setara
dengan 132,7 juta penduduk Indonesia. Ini memicu kami untuk terus fokus meningkatkan
upaya jaringan dan infrastruktur. Dengan demikian ekonomi digital tentu akan tumbuh
dengan backbone yang berkualitas,” ujar Joy di kantor pusat Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis
(16/11/2017).

REPORTER : TASSA MARITA FITRADAYANTI

Dia adalah jurnaslis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Business