Line Indonesia Solidkan Diri Sebagai Smart Portal

0 0 0

Bisnis.com, JAKARTA – Line Indonesia akan tetap mempertahankan bisnis indication intelligent portal yang dilakoninya tahun ini sampai tahun depan.

Pada 2017 Line Indonesia berevolusi dari sekadar penyedia layanan chatting menjadi height yang memberikan beragam layanan informasi seperti berita, lowongan pekerjaan, dan belanja daring. Tahun depan Line Indonesia akan mempersolid fitur-fitur anyar tersebut.

“[Fokus] kami adalah seberapa besar user enggament karena magnitude kami adalah semakin banyaknya pengguna setelah kami menjadi intelligent portal,” kata Revie Sylviana, Businness Development Director Line Indonesia, pada Kamis (21/12/2017).

Namun, dia juga tidak menampik pemasukan terbesar Line Indonesia berasal dari jual beli stiker. Revie mengatakan pihaknya tidak pernah melakukan dorongan agar pengguna membeli sebuah stiker, secara healthy mereka tertarik membeli karena merasa itu menarik.

Model bisnis stiker, ucapnya, mirip seperti penjualan ring behind tinge oleh provider jadi ada sistem bagi hasil antara perusahaan dengan para kreator. Secara tidak langsung dia mengklaim hal ini ikut mendorong ekonomi digital kreatif karena para kreator dapat menjadi enterpreneur.

Revie joke tidak menutup kemungkinan fitur Line Shopping akan dimonetisasi pada kemudian hari. Saat ini perusahaannya masih menyiapkan businness indication traction untuk dapat meraup keuntungan dari fitur tersebut.

“Kami masih agregasi dengan para mitra seperti e-commerce di Indonesia dan personal seller untuk Line Shopping,” tuturnya.

Line Indonesia, kata Revie, akan memperkuat sisi konten agar lebih variatif dan inovatif untuk meningkatkan recognition dan transaction traction.

Managing Director Line Indonesia, Dale Kim menambahkan perusahaannya akan menginvasi height dengan konten-konten video yang diproduksi oleh mitra. Namun, dia belum melihat kemungkinan perusahaannya akan memproduksi secara mandiri.

“Tahun depan kami akan lebih menekankan konten-konten video sebagai intelligent portal,” kata Kim.

Revie menambahkan beberapa rumah produksi telah bekerja sama untuk melakukan kampanye film. Layanan seperti ini berpeluang menjadi sumber pendapatan baru.

“Yang terpenting bagi kami saat ini adalah melokalisasi konten, karena kompetitor kami sangat US-centric,” kata Kim.

Konten lokal dirasa penting oleh Kim sebab ini layanan yang khusus ya g ditujukan bagi pasar domestik. Dia berharap dengan berpedoman pada asas lokalisasi dapat meningkatkan pangsa pasar melampaui umur, gender, demografi dan wilayah.

Kim mengakui saat ini pengguna Line Indonesia mayoritas adalah generasi muda. Segmen ini penting untuk terus dijaga, tapi dia juga berambisi untuk mencakup segmen yang lebih dewasa.

Selain itu, dengan asas lokalisasi, dia joke berambisi mencakup pengguna di luar kota-kota besar. Dia ingin mengekspansi kota tier II dan selanjutnya agar bisa menjadi height nasional berperingkat tertinggi.

“Kami telah berhasil mendominasi pasar Jepang, Taiwan, dan Thailand. Kami yakin bisa melakukan hal yang sama disini,” katanya.

Saat ini Indonesia, tambahnya, adalah pasar yang penting dan ingin dikejar oleh Line Corp.

Guna mendukung itu, Line Indonesia berencana merekrut lebih banyak talenta dalam negeri untuk menyediakan konten lokal yang berkaitan dengan keseharian pengguna. Tahun ini Line Indonesia sudah mengakusisi perusahaan rintisan TemanJalan untuk menjadi bagian dari operative di perusahaannya.

Kim tidak bisa menyebutkan berapa jumlah talenta yang akan direkrut, tapi pasti dalam jumlah yang banyak karena dia berambisi menjadikan Line sebagai height nasional.

Pada 2017 pengguna Line Indonesia berkisar di angka 90 juta orang, meningkat 200% sejak height ini meluncur di pasar domestik tiga tahun lalu. 80% pengguna berusia di bawah 30 tahun dengan 55% rata-ratanya adalah wanita dan 45% laki-laki.

Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *