Name Price24H (%)
Bitcoin (BTC)
$7,298.50
-2.06%
Ethereum (ETH)
$454.69
-2.39%
Bitcoin Cash (BCH)
$763.72
-6.47%
XRP (XRP)
$0.449583
-3.79%
LPS Pantau Likuiditas Kelompok Bank Kelas Menengah Atas
Simpan Pinjam

LPS Pantau Likuiditas Kelompok Bank Kelas Menengah Atas

Saat ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memantau likuiditas bank-bank bermodal inti di atas Rp 5 triliun yang memiliki rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) di atas pasar. Hal ini dikarenakan likuiditas kelompok bank BUKU III yang mengetat.

Rasio likuiditas ketat lantaran bank BUKU III mencatat pertumbuhan kredit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Hingga Maret 2018, kredit tumbuh 16,77% menjadi Rp 1.656,43 triliun, sedangkan DPK tumbuh 14,52% menjadi Rp 1.733,70 triliun. Bahkan, LDR pada bank BUKU III tercatat sebesar 97,4%.

“Ini lebih tinggi dari kelompok bank lainnya,” ujar Fauzi Ichsan, Kepala Eksekutif LPS, dikutip Jumat (8/6/2018).

Tercatat, kelompok BUKU I memiliki rasio LDR 78,9%, kemudian LDR bank BUKU II sebesar 78,7%, serta BUKU IV mencatat rasio LDR 88,5%. Saat ini, batas atas rasio LDR maksimal 92%.

Keterbatasan likuiditas yang terjadi pada bank BUKU III belum mengkhawatirkan. LPS mempunyai beberapa strategi agar rasio LDR tidak naik lebih tinggi.

Misalnya, bank bisa menahan laju penyaluran kredit agar tidak ada desakan kebutuhan dana. Selain itu, untuk bank asing, bisa menurunkan LDR dengan mengakses pinjaman dari pusat yang mempunyai dana relatif murah terutama dana valuta asing (valas).

Pilihan lainnya, bank menengah dapat mencari dana selain dari dana ritel, seperti penerbitan obligasi atau pinjaman antar bank.

Baca juga: Deposito dan Kredit BNI Dipastikan Belum Alami Kenaikan

Anika Faisal, Direktur Kepatuhan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mengatakan, pihaknya tidak hanya mengandalkan dana pihak ketiga (DPK) sebagai sumber pendanaan. BTPN juga mempunyai alternatif non DPK untuk sumber dana.

BTPN mengaku beberapa kali melakukan pinjaman jangka panjang untuk memitigasi blended cost of fund yang lebih baik. Memang untuk pembiayaan jangka panjang memiliki miss match lebih tinggi.

Oleh karena itu, beberapa waktu lalu BTPN mencari pinjaman ke BCA. Pada semester kedua nanti, BTPN membuka peluang untuk mengambil pinjaman non DPK.

Leave a Comment