Connect with us

Ekonomi Global

Thanks Mr. Powell, Siap-siap IHSG Tembus 5.155 Hari Ini

FINANCEROLL.COM —Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (30/7/2020) berpeluang masuk zona hijau, mengikuti kinerja bursa saham Wall Street AS yang terpantau menguat merespons pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell.

Kendati dapat angin segar Wall Street, namun pelaku pasar perlu mewaspadai hantu resesi yang belum meninggalkan Hong Kong. Ekonomi kota di bawah China itu kembali mengalami kontraksi atau minus 9% di kuartal-II 2020 secara tahun ke tahun (YoY) dari data Rabu (29/7/2020) kemarin.

Ini adalah kontraksi empat kuartal berturut-turut untuk pusat ekonomi global ini. Di mana aktivitas ekonomi sudah susut sejak pertengahan 2019, saat protes besar-besaran massa anti Beijing terjadi.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu kemarin (29/7/2020) IHSG ditutup koreksi 0,04% atau 1,88 poin ke level 5.111,11 terdorong oleh lonjakan kasus Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Selain itu, sentimen negatif juga datang dari ramalan Moody’s yang mengatakan bahwa bank-bank di kawasan Asia Pasifik akan menghadapi tantangan penurunan profitabilitas.

Dalam riset terbarunya, Moody’s menyebutkan, tren penurunan profitabilitas ini akan memburuk dalam beberapa tahun mendatang, pasalnya wabah virus Corona tipe baru mempercepat perubahan struktural bisnis di hampir semua sektor.

Sementara memburuknya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dengan China, memberikan kekhawatiran baru terhadap ekonomi global. Hal ini dikarenakan kedua negara tersebut merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Ketika hubungan AS-China memanas, maka akan berdampak pada ekonomi global, sehingga aset berisiko seperti pasar ekuitas pun cenderung dihindari di saat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi terjadi. Oleh karena itu, harga logam emas yang dianggap sebagai safe haven menguat tajam pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu kemarin nilai transaksi mencapai Rp 8,14 triliun, dengan investor asing jual bersih (net sell) sebesar Rp 433,41 miliar di semua pasar.

Sementara volume transaksi tercatat 11,33 miliar unit saham dengan frekuensi sebanyak 712.209 kali transaksi. Ada 249 saham yang menurun, sementara naik sebanyak 173 saham dan stagnan 166 saham.

Saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) (-6,98%), PT XL Axiata Tbk (EXCL) (-6,96%), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-6,86%), sedangkan PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) (-6,78%) dan PT Indosat Tbk (ISAT) (-6,77%).

Dua saham yang diborong asing kemarin adalah saham PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 43,43 miliar dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 28,69 miliar di seluruh pasar.

Sementara itu dua saham yang dilego asing adalah saham emiten pemilik menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan emiten bank pelat merah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih masing-masing sebesar Rp 51 miliar dan Rp 33,3 miliar.

Beralih ke bursa saham Amerika Serikat (AS), yaitu Wall Street yang menjadi barometer atau acuan bursa saham global pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (Kamis pagi waktu Indonesia) terpantau menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 160,29 poin atau 0,6% menjadi 26.539,57, sementara Nasdaq menguat 140,85 poin atau 1,4% menjadi 10.542,94 dan S&P 500 melonjak 40,00 poin atau 1,2% menjadi 3.258,44.

Penguatan bursa Wall Street karena Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) telah memberi sinyal yang menegaskan akan mempertahankan sikap yang sangat akomodatif dan mempertahankan suku bunga nol sampai ekonomi pulih.
Baca: Bulan Depan, Kimia Farma Jual Rapid Test di Bawah Rp 100 Ribu

Gubernur The Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral telah melihat semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa lonjakan baru-baru ini dalam kasus Covid-19 AS telah membebani aktivitas.

Oleh karenanya, Fed akan terus mengucurkan dukungan untuk menopang perekonomian, katanya. “Penurunan ekonomi saat ini adalah yang paling parah dalam hidup kita … dan itu akan membutuhkan dukungan terus-menerus dari kebijakan moneter dan fiskal untuk mencapai pemulihan,” jelas Powell.

Akibat pengumuman itu, saham-saham yang sebelumnya telah berada di zona hijau, kembali menambah kenaikan. Chris Low dari FHN Financial juga mengatakan bahwa pengumuman Fed sangat berarti bagi pasar.

Pada perdagangan pagi ini Kamis (30/7/2020) penguatan bursa Wall Street kemungkinan menjadi angin segar IHSG untuk bisa masuk zona hijau.

Analisis TeknikalFoto: Revinitif
Analisis Teknikal

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area pivot menuju level resistance, dengan garis BB yang mulai menyempit maka pergerakan selanjutnya cenderung terbatas.
Baca: Waduh, Waskita Beton Gagal Bayar Bunga Obligasi

Untuk melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya, perlu melewati level support selanjutnya yang berada di area 5.090 hingga area 5.060. Sementara untuk merubah bias menjadi bullish perlu melewati level resistance yang berada di area 5.125 hingga area 5.155.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) yang menggunakan pergerakan rata-rata untuk menentukan momentum, dengan garis MA yang berada di area netral, artinya tekanan jual dan beli sama-sama kuat, sehingga berkontribusi pada pergerakan yang terbatas.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 52, dengan garis yang bergerak turun, maka IHSG cenderung masih terkonsolidasi atau koreksi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area pivot menuju level resistance, maka pergerakan selanjutnya cenderung untuk naik terbatas. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator MACD yang berada di garis netral.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya. (hdyt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi Global