Yen Tertekan Penguatan Dolar AS, Harga Karet Ditutup Rebound

0 0 0

Petani memanen getah karet di Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (13/5). – Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet berhasil membukukan rebound pada perdagangan hari ini, Jumat (26/1/2018), sejalan dengan efek pelemahan nilai tukar yen Jepang.

Harga karet untuk pengiriman Juni 2018, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,44% atau 0,90 poin ke turn 204,60 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya harga karet kontrak Juni dibuka dengan kenaikan tipis 0,05% atau 0,10 poin di posisi 203,80, setelah pada perdagangan Kamis (25/1/2018) berakhir melemah 0,20% atau 0,40 poin di posisi 203.70.

Menurut Naohiro Niimura, mitra pada perusahaan riset Market Risk Advisory di Tokyo, harga karet diuntungkan oleh dampak penguatan dolar AS yang membebani nilai tukar yen Jepang. Dolar AS menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pernyataan mendukung greenback yang lebih kuat.

“Selain itu, penguatan pada Nikkei turut menopang harga karet,” tambah Niimura, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau menguat 0,19% ke turn 109,20  yen per dolar AS setelah dibuka terdepresiasi tipis 0,01% atau 0,01 poin ke 109,42 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (25/1), yen berakhir melemah 0,17% atau 0,19 poin di posisi 109,41.

Seperti diketahui, pergerakan harga karet biasanya berbanding terbalik dengan yen. Pelemahan nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi meningkat.

Turut menopang karet, Rubber Authority of Thailand dalam pernyataannya mengatakan bahwa langkah pembatasan ekspor kemungkinan akan membantu mengerek harga karet Thailand sebesar 30%.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, sepakat untuk kembali memangkas ekspor karet sebesar 350.000 ton sampai dengan Maret 2018 dalam pertemuan yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 22 Desember 2017.

Ketiga negara tersebut yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC), sepakat kembali menerapkan Agreed Export Tonnage Scheme atau pembatasan ekspor karet pada Desember hingga Maret 2018 untuk mengerek harga komoditas tersebut.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juni 2018 di TOCOM

Sumber: Bloomberg

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *